Aku jadi ayah..

aku dan anakku

Gimana foto diatas sodara sodara ? Sudah cocok belum saya menjadi ayah ? Cocok.. Bagus bagus.. Terima kasih.. hehe..

Tertanggal 13 Mei 2009 pukul 16.45 alhamdulillah secara de facto dan de jure aku sudah menjadi ayah..

Ayah ? Bahasa apa tu ya.. He.. sudah sudah becandanya, kan sudah jd bapak, masak mau becanda terus jd gak enak ntar sama setatus dan umur..

De facto karena secara fakta istriku memang sudah melahirkan, melahirkan seorang anak laki laki yg imut imut dg disaksikan oleh ibu dan bapakku kandung, ibu dan bapak mertuaku.. kok orang tua semua, lha kamunya dimana rod ?

Jadi begini ya sodara sodara pembeca yg budiman, saya mau cerita tentang kisah bagaimana aku tidak menjadi saksi dalam proses kelahiran putra pertama kami.
Sebenernya siapa se yang namanya suami gak mau nemeni istri, apalagi ketika istri sedang menghadapi masa masa genting seperti melahirkan.. Pasti semua enggak mau, pasti itu jawabanya.. Tp Kalaupun ada yg mengatakan “MAU” ntar bisa saya antar untuk diperiksakan kesehatan mental dan sepirituilnya..

Jadi begini.. kenapa saya kemarin enggak bisa nemeni istriku melahirkan..

Kalau diurut dari belakang, sebenarnya istriku dijadwalkan melahirkan putra pertama kali tertanggal 6 mei 2009, itu jika diurut dr hitungan dokter. Tetapi pas tanggal tersebut ternyata istriku belum merasakan apa apa alias masih dalam keadaan aman belum siaga 1.
Karena tidak ingin terjadi apa apa dg anakku, apalagi ini adalah anak pertama kami maka kuberitahu dg sang calon ibunya anak anak kalau bisa ditunggu sampai merasakan dahulu baru ntar dibawa ke rumah sakit.

Bukannya jahat atau kepengen menyiksa istri, tapi setelah berunding dg orang tua dan juga para senior yg sudah pengalaman soal melahirkan anak, jika istri belum merasakan apa apa ketika tanggal yg ditentukan telah tiba kemungkinan besar salah hitung mulai dr awal dan pesen orang tua juga kalau bisa ditunggu saja dulu, jangan dipaksa jika memang belum waktunya. Karena masukan dr para sesepuh didalam dunia melahirkan anak, maka aku mengambil keputusan untuk menunggu.

Setelah ditunggu tunggu akhirnya datang juga, tepat 1 minggu kemudian dr tanggal perkiraan dokter calon ibunya anak anak sdah masuk RS. BHAYANGKARA di kota Nganjuk, malam sebelumnya tepatnya tanggal 12 mei 2009 sudah diberitahu bahwa besok rabu akan masuk rumah sakit karena pd malam tersebut tanda tanda sudah muncul.

Berhubung pd malam hari pemberitahuan dr sang istri otomatis pengajuan ijin harus dilakukan esok harinya.

Hari rabu bertepatan pd tanggal 13 Mei 2009, adalah hari yg unik, bersejarah dan sangat berkesan dalam kehidupanku.. Beh.. romantis mode on.. wis gak usah dibahas sing penting hari itu pokoké hari yg siip.. he.. Rabu pagi dimana sang istri berangkat ke rumah sakit, begitu juga dg aku berangkat ke kantor Polres Barito Timur, karena disitulah semua ijin harus diolah.

Mungkin ini yang dinamakan dg ikatan batin antara suami istri, ketika istriku berjuang dg sepenuh hati ternyata aku juga merasakan apa yg istriku alami, walaupun mungkin gak sama sakitnya tp perasaan, hati dan pikiran sepertinya merasakan sakitnya istriku pada waktu itu. keringat dingin yg keluar terus, jantung yg selalu berdetak kencang, perasaan gelisah dan lain lain yg gak bisa aku ceritakan lg diblog ini.

Singkat kata singkat cerita ternyata kekuasaan dan keagungan Gusti Allah tersebut memang benar benar aku rasakan pada hari itu, ijin untuk bisa pulang ketanah jawa yg aku kira mustahil ternyata walaupun dg bersusah payah akhirnya bisa disetujui juga, dan hampir bersamaan dg keluarnya ijin tersebut ternyata istriku yg pada waktu itu juga sedang berjuang melahirkan putra pertama kami sudah melahirkan. dg banyak banyak berucap Alhamdulillah malam itu juga aku berangkat kebanjarmasin untuk terus dilanjutkan ke surabaya dan melucur ke kota nganjuk tercinta.

Ada salah satu Penggalan dr kisah ini yg gak sempat aku tuliskan diatas tp sangat berkesan dan gk mungkin aku lupakan seumur hidup yaitu ketika istriku meminta maaf kepada aku jika dia pernah ada salah salah kata atau perbuatan yg pernah dilakukannya.. Mendengar ucapan tersebut hati rasanya seperti disayat sembilu, sakit banget… sakit karena pada waktu itu aku gak bisa duduk disamping dan menemaninya..

Maaf ya mi.. ( mi : dari kata ummi panggilan ku pada istriku )

*diposting menggunakan hape soner w950i, kartu im3 melalui m.wordpress.com

Iklan

8 Komentar (+add yours?)

  1. ndop
    Jun 03, 2009 @ 23:18:14

    Wow, sing penting slamet.. anakmu lucu ginuk ginuk..

    sampean kok gak sms? aku kan ngenteni.. tp gapopo. aku wis ngerti fotone..

    -TKP: Gedung juang, sambil jalan2 dan lari-lari-

  2. zarod
    Jun 03, 2009 @ 23:39:18

    waduh sepurane ndop, saking ruepotte sampe lali arep sms dirimu btw matur suwun yo ndop dungane… *awakmu dungo po ra yo ndek wingi.. hehe..

  3. nafaskudotcom
    Jun 04, 2009 @ 11:43:55

    gimana rasanya jadi ayah? lam kenal.

  4. zarod
    Jun 04, 2009 @ 18:53:17

    matur suwun wis mampir, jadi ayah ? Mmmm…. kenikmatan yg tak terlupakan..

  5. photo manipulation
    Jun 05, 2009 @ 19:22:52

    wahhh… selamet ya yahhh…. met jadi ayah. aku kapan ya? huhuhuhuuuu

  6. zarod
    Jun 05, 2009 @ 23:46:12

    @ Photo : Makasih.. Semoga photonya bisa jd ayah secepatnya.. Lho.. He..

  7. ndop
    Jun 06, 2009 @ 10:58:38

    ayo, nek sampeyan mulih Nganjuk, aku jak en mlayu2, ben awakku gedi trus payu… wekekkeke…

  8. zarod
    Jun 07, 2009 @ 03:21:26

    @ ndop : Mlayu mlayu neng alun alun ndop nek dino minggu akeh cewekke, sekalian dolanan Basket… ben awakmu tambah duwur maneh….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: